Minggu, 06 Mei 2018

Untuk kamu yang singgah di mimpi tanpa permisi.


Kenapa kamu hadir di saat pikiran dan jiwa ku sudah mulai menerima kepergian mu. Aku tak tau maksudmu hadir dalam mimpi, apakah hanya sekedar salam terakhir atau untuk menyiksaku dengan bayang-bayangmu lagi?
Rasanya sudah cukup waktu tiga per-empat dekade kemarin aku dihantui bayangan dirimu, bayangan masa-masa kita dulu, sikapmu padaku, hatiku padamu, hari-hari kita bersama dan akhir pertemuan kita. Mungkin tampaknya aku sudah ikhlas, tampaknya:) namun jauh dari yang tampak, caraku berdamai dengan bayangan mu sungguh sangat menyiksa. Ku kerahkan ego di barisan depan demi ketenangan pikiran dan jiwaku. 

Jadi Apa tujuan kehadiran mu dimimpiku? Ingin membiarkan ku mengerahkan Ego maju kedepan dan membiarkan dia bekerja keras lagi demi menghilangkan bayanganmu?
                                                                
                                                             -Nad-

Senin, 20 November 2017

Ada yang Berubah

Dulu ku berteman dalam damai dengan sepi, kesendirian, dan kegelapan. Aku tak pernah mempermasalahkan keadaan ini, bahkan dulu mereka adalah teman setiaku, temanku dikala semua orang tak mengertiku lagi, mereka menjadi sumber penenangku.

  Namun, entah sejak kapan semua itu berubah. Aku mempermasalahkan sepi, kesendirian, dan kegelapan. Aku merasa sesak ada di keadaan ini, rasanya udara tak sedap untuk ku hirup. Aku mencoba berdamai kembali dengan mereka, tetapi yang aku dapat justru rasa yang makin dalam, rasa kesepian. Ku terjebak dalam kesunyian. Entah mengapa rasa ini menyiksa ku, apakah aku bersalah menempatkan diri? Tentu tidak, aku ada ditempat dulu yang ku sebut kedamaian, tetapi entah mengapa mereka berubah menjadi tempat penuh sesak. 

Mungkin, Saat ini yang aku butuhkan hanya membaca pesan atau mendengar suara dari sumber penyemangatku, orang yang mampu membuatku tersenyum hanya dengan memanggil namaku, atau hanya dengan menanyakan keadaanku. Mungkin, ini yang membuatku tak dapat berdamai dengan kesendirian. Iya, karena mu, kamu yang membuatku candu akan hadir mu.


                                                                      -Nk.oi-

Minggu, 17 September 2017

Senyum mu

Kau mengenalku melalui senyum
Senyummu mengenalkanmu padaku
Kita bertemu sebab saling bertukar senyum
Ku harap tak ada dusta dibalik senyum indah kita
Senyum mu mengubah cara pikirku akan dunia
Ternyata Tuhan ciptakan keindahan lewat senyum mu
Yang mengajak ku terbang ke Alam bebas
Mengubah badai terasa menjadi semilir angin
Mengubah terik matahari menjadi kesejukan
Mebgubah deburan ombak menjadi melodi indah
Semua berkat Senyum mu :)
                                                                                -Nad-

Sabtu, 03 Juni 2017

Masalah penting

Saya bingung. Banyak orang yang mempermasalahkan kesendirian seseorang. Gunanya bagi mereka apa? Apakah merugikan? Apakah menjadi sumber masalah? Apa menjadi momok? Atau sebuah ke anehan? 
Begini. Manusia sudah hidup sendiri semenjak dalam rahim ibu, kenapa sekarang saat melihat sebuah kesendirian malah menjadi keanehan? Jangan mendewakan kebersamaan kalau dalam keadan darurat malah mengutamakan keselamatan diri sendiri, bukan keselamatan bersama. Seperti menjilat air liur sendiri bukan? Jangan menggangu kalau tidak ingin di ganggu, jangan memandang kalau tidak ingin di pandang, konsepkan hidup sendiri dulu baru mengatur hidup orang lain. Jangan selalu menyamakan cara berfikir semua orang dengan caramu, semua orang punya konsep berfikir yang berbeda-beda dan memaknai hal dengan cara berbeda. 
Hidup mudah kalau anda memudahkan diri sendiri, hidup jangan di buat rumit. Semua punya tujuan dan semua punya cara sendiri untuk mencapai tujuan tersebut.

Saya pernah membaca di salah satu postingan teman di Instagram, dia menuliskan "jangan bangga sendiri, semua orang butuh bantuan orang lain" Memang benar kata-kata itu, tapi begini. Bukankah selama kita bisa menopang tubuh sendiri dan mencoba sendiri itu lebih baik? Proses mencoba itu lebih asik dibanding meminta bantuan bukan? Kita bisa tau cara dan proses menemukan jalan keluar masalah tersebut sehingga menjadi suatu kebanggaan diri bukan? :) namun ketika yang tetap ditemukan kebuntuan dalam proses mencoba baru lah anda meminta pertolongan. Tapi seperti di atas, semua harus di usahakan dulu baru di limpahkan ke orang lain. Menikmati perjalanan proses menyenangkan dari pada bantuan "instan" :)

Pelabuhan Rindu

Memang rindu harus punya tempat berlabuh?
Mungkin untuk kebanyakan orang itu harus, tapi bagiku tidak berlaku. Untuk saat ini, Rindu ku bebas melanglang buana, ku biarkan dia berlayar di samudra sana untuk bebas merindu tanpa harus berlabuh. Sampai dia menemukan dermaga yang tepat.
- Nad

Kamis, 11 Mei 2017

Review Film Critical Eleven

Hari ini, 10 mei 2017 adalah hari yang aku tunggu-tunggu dari awal tahun.

film yang aku ikutin proses produksinya dari saat syuting Jakarta mulai, yang dimana saat itu aku baru tahu Novelnya akan di filmkan, yang pertama kali aku lihat adalah jajaran pemain dan siapa sutradaranya. pas tau jajaran artis yang bakal menghidupkan semua karakter dalam Novel, aku langsung terpana, apalagi tau Reza Rahadian & Adinia Wirasti yang bakal menghidupkan AleAnya, mereka pasangan on screen (off screen jg sihπŸ˜‹) favoritku. Sutradara, Monty Tiwa & Robert Ronny yang gak diragukan lagi hasil film-film yang di sutradarai oleh merekaπŸ‘πŸ»πŸ‘πŸ». senang sekali dalam proses pembuatan film ini para pembaca novel kak ika diberi ruang untuk mengintip jalannya syuting, namun tidak membuat spoiler. 

 Setelah proses syuting selesai mulailah post-produksi, mulai para πŸŸπŸŸπŸŸ membuat hastags #MeiMasihLama dan bermunculan "kail-kail" yang dilemparkan kak ika ke para πŸŸπŸŸπŸŸ yang buat kami sulit bernafas dan merasa tak sabar menunggu bulan Mei. namun semua itu berjalan begitu cepat, dan datanglah bulan mei. Rintangan buat dapetin tiket premier sangat berliku sampai akhirnya ada penerang dari Bank Mandiri yang mengadakan Pre-screening sehari setelah premier. rasanya gak beda jauh sama premier, sangat bahagia bisa terplih jadi salahsatu yang menikmati Film Critical Eleven pertama sebelum tayang serentak di seluruh bioskop di Indonesia. btw Terimakasih banyak Bank Mandiri atas kesempatannya.

Untuk kedua kalinya aku nonton Critcal Eleven, di hari pertama penayangan di show terakhir dan Full House sampe kebagian seat L 19 a.k.a Paling depan dan pojokπŸ‘ŒπŸ». kesan setelah menonton film Critical Eleven. check it out.

Film adaptasi dari Novel paling bagus sih menurutku. film drama dewasa yang dikemas dengan gaya bahasa dan alur cerita yang ringan. menurutku ini skript paling rapih yang diadaptasi dari novel. cara penulisan dan penggunaan kata-katanya sangat relate dalam kehidupan sehari-hari, sehingga mudah di mengerti. tak hanya itu, penambahan dan pengurangan cerita pada film ini tidak mengganggu jalan cerita, justru membuat cerita mengalir begitu indah dan membuat cerita semakin utuh. Jenny JusufπŸ‘πŸ»πŸ‘πŸ»

Sinematografinya Oke banget. Parah!! suka banget sudut-sudut pengambilan gambar, detail, tata lampu & art dari semua gambar, gak ada yang bocor sama sekali jadi membuat semua ini makin terasa sempurna dan Color gradingnya sih bagus bgt, kesan dramatisnya dapet banget.

Kostum, semua pakaian Pemain sangat sesuai dengan karakter masing-masing. apalagi AleAnya, penampilan mereka sangat sesuai dengan ekspektasi saya saat membaca Novelnya, sangat kece! apalagi pakaian mereka saat di New York.. duh Kece bangett!!

Scoring & soundtrack yang digunakan pada film ini sangat menarik, ada beberapa lagu yang membuat saya takjub, salah satunya penggunaan lagu New York, saya kurang tau siapa penyanyinya namum saya yakin itu Penyanyi luar. pembelian lagu untuk sebuah film itu cukup sulit, apalagi mengenai budget, i just wanna say WOW! untuk film ini banyak sekali lagu barat yang digunakan dan tentunya Original Soundtrack yang  diciptkan & di produseri langsung oleh Isyana Sarasvati selaku penyanyi "Sekali Lagi" dan scoring yang di sajikan oleh Andi Rianto tidak diragukan lagi, semuanya menambah kesan sendiri di setiap scene yang memuat scene tersebut semakin menusuk.

I just wanna say thankyou to Reza Rahadian dan Adinia Wirasti yang sudah menghidupkan karakter AleAnya didunia nyata, penampilan kedua aktor/aktris ini sangat membuat aku merinding,mereka menterjemahkan semua adegan dengan sempurna! sehingga setiap adegan terasa begitu nyata dan menakjubkan. emosi yang dimainkan pun sangat menakjubkan, semua perasaan bercampur aduk didalam film ini, seperti sedang bermain Roller Coaster, di mainin banget perasaannya dari mulai bahagia, nyesek, bahagia lagi. tanpa sadar aku senyum-senyum dan menitihkan air mata, awalnya aja sok tegar nahan nangis, ujung-unjungnya klimaks meweek:")) Pemeran lain dalam film ini juga menambah bumbu dalam setiap bagian, seperti Ayah dan Ibu Ale (Slamet Rahardjo & Widyawati) Orangtua yang pengalaman & nasehatnya buat mewek, Raisa (Revalina S. Temat) adik perempuan yang pengalamannya bisa menyadarkan Ale, Harris & Keara (Refal Hady & Anggika) si tengil & kesayangannya yg super menggemaskan di film, TarAgnesDonny (Hannah Al Rashid, Astrid Tiar & Hamish Daud) Geng yang super supportive satu sama lain yang buat pengen punya geng kyk mereka, Tini (Aci Resti) PRTnya Mas Ale yg udah berusaha serius tapi tetep bikin satu studio ketawa, & Dokter Kandungan (Dwi Sasono) yang mucul cuma beberapa menit tapi berhasil bikin ngakak satu studio cuma karena dia ga pantes buat seriusπŸ˜…πŸ€£πŸ€£

last but not least, aku cuma mau bilang terimakasih buat kak Ika Natassa yang telah menyerahkan "bayi" kesayangannya untuk di filmkan dan terimakasih untuk StarvisonPlus & LegacyPicture selaku Production House, Jenny Jusuf sebagai penulis Skanerio, Monty Tiwa & Robert Ronny sebagai sutradara, Yudi Datau sebagai DOP, dan semua Crew yang terlibat dalam Project film #CriticalEleven yang telah menuntun "bayi"  menuju layar lebar tanpa merusak isi dan makna dari cerita ini. Film ini membuka mata saya bahwa film yang diadaptasi dari novel bisa menjadi lebih indah dalam bentuk visual. Critical Eleven is Masterpiece!! aku yakin film ini akan tembus Box Office dan memenangkan banyak Award. 

Terimakasih telah mendaratkan saya dengan bahagia untuk kedua kalinya, sampai bertemu di penerbangan selanjutnya :) *masih nagih pengen nonton lagi*

Critical Eleven is a must-watch movie!!!


Jumat, 07 Oktober 2016

Ingatan ku

Seingatan ku, kamu hadir di saat yang tepat
Seingatan ku, kamu pemberi tawa dan canda dihariku
Seingatan ku, kamu sang pemberi cahaya terang di hidupku
Seingatan ku, kamu yang rela menemaniku di kala sepi
Seingatan ku, kamu yang rela membagi ilmu mu kepada ku
Seingatan ku, deru nafas mu sumber nyenyak tidur ku
Seingatan ku, kamu nanti yang ku nantikan…
- nadiakarimh